Truko – Suasana Balai Desa Truko tampak lebih semarak pada Rabu (8/7/2026). Hari itu, Pemerintah Desa Truko secara resmi menerima penyerahan 25 mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA) yang akan melaksanakan Praktik Keperawatan Kesehatan Kerja, Keluarga, dan Komunitas di Dukuh Polaman, Desa Truko. Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah desa dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Prosesi penyerahan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kepala Desa Truko, Ary Kusumayanto, menerima langsung rombongan dosen pembimbing beserta mahasiswa di Balai Desa Truko. Dalam sambutannya, Ary menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Truko sebagai lokasi praktik lapangan.
"Desa bukan hanya tempat belajar bagi mahasiswa, tetapi juga ruang untuk berbagi pengalaman, membangun kepedulian, dan mengabdi kepada masyarakat. Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa dan berharap keberadaan mereka mampu memberikan manfaat bagi warga sekaligus menjadi pengalaman berharga selama menjalani praktik," ungkap Ary Kusumayanto.
Selama empat minggu, mulai 6 Juli hingga 1 Agustus 2026, para mahasiswa akan menyelami kehidupan masyarakat secara langsung. Mereka tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mendampingi keluarga, mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan, menyusun asuhan keperawatan, hingga memberikan edukasi kepada masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama akan fokus pada pendampingan kesehatan balita, sedangkan kelompok kedua melakukan pendampingan bagi masyarakat dengan penyakit tidak menular. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai kondisi kesehatan masyarakat sekaligus menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Desa Truko.
Bagi Pemerintah Desa Truko, kehadiran mahasiswa bukan sekadar menjalankan program praktik lapangan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum mempererat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun desa yang semakin sehat, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Melalui semangat kolaborasi, ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan akan bertemu dengan pengalaman nyata di tengah masyarakat. Di sisi lain, warga Desa Truko pun memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendampingan, edukasi, serta pelayanan kesehatan yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat.

_.jpeg)
Kolaborasi sederhana yang dimulai dari Balai Desa Truko pada pagi itu menjadi langkah kecil dengan harapan besar: menghadirkan generasi tenaga kesehatan yang profesional, berempati, dan siap mengabdi, sekaligus memperkuat upaya bersama dalam mewujudkan masyarakat Desa Truko yang sehat dan sejahtera.
Share :