Berita

Menyusuri Jejak Kejayaan Tembakau dan Rumah Tradisional di Desa Truko

Truko – Deretan gudang tembakau tua yang masih berdiri kokoh serta rumah tradisional yang tetap terawat menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Kecamatan Kangkung sebagai salah satu kawasan penting dalam perkembangan perdagangan tembakau di Kabupaten Kendal. Kekayaan sejarah inilah yang menjadi tujuan kegiatan Jelajah Sejarah dan Budaya yang diselenggarakan oleh Paguyuban Kendal Tempo Doeloe pada Minggu (5/7).

Mengusung semangat "Merawat Ingatan, Menjaga Sejarah, Mengenalkan Budaya Kendal", kegiatan ini mengajak masyarakat menelusuri langsung jejak kejayaan tembakau Kendal melalui kunjungan ke tiga titik bersejarah di Desa Truko.

Perjalanan diawali dari Gudang Tembakau Rokok Jambu Bol, sebuah lokasi yang menyimpan kisah tentang berkembangnya jaringan perdagangan tembakau Kendal dengan industri rokok di Kudus hingga Jawa Timur. Dari tempat ini, peserta memperoleh gambaran mengenai besarnya peran para petani dan pengusaha tembakau lokal dalam membangun perekonomian daerah pada masanya.

Destinasi berikutnya adalah Rumah Tradisional Kendal milik Hj. Lies Mudhofir Masduki Siradj, bangunan yang masih mempertahankan bentuk arsitektur khas Kendal. Rumah tersebut menjadi contoh nyata bagaimana warisan budaya dapat tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Peserta diajak memahami nilai-nilai budaya yang tercermin dari bentuk bangunan, tata ruang, hingga filosofi kehidupan masyarakat tempo dahulu.

Perjalanan kemudian ditutup dengan mengunjungi Gudang Tembakau milik almarhum H. Khaeri, salah satu tokoh yang dikenal sebagai juragan tembakau berpengaruh di wilayah Kangkung. Dari lokasi ini, peserta mempelajari bagaimana jaringan perdagangan tembakau berkembang dan memberikan dampak besar terhadap kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat Kendal.

Menurut panitia pelaksana, Itaun Nahar dari Paguyuban Kendal Tempo Doeloe, kegiatan ini tidak sekadar menjadi wisata sejarah, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi masyarakat untuk mengenal kembali identitas daerahnya.

"Sejarah tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan melihat langsung lokasi-lokasi bersejarah, masyarakat dapat lebih menghargai perjalanan panjang yang telah membentuk Desa Truko dan Kabupaten Kendal hingga saat ini," ujarnya.

 

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian bangunan bersejarah, budaya lokal, dan kisah para pelaku sejarah semakin tumbuh. Sebab, menjaga warisan budaya bukan hanya mempertahankan bangunan tua, melainkan juga merawat ingatan kolektif yang menjadi identitas sebuah daerah.

Dengan semangat kebersamaan, Desa Truko kembali membuktikan bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan sumber inspirasi untuk membangun masa depan yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Share :